Minggu, 20 Mei 2012
Lantai 19, jakarta
Rabu malam saat itu terlalu absurd untuk diuraikan menjadi sebuah cerita
Tanpa rencana, tiba-tiba, dan kamu sudah ada didepanku
Memakai baju merah pemberianku...
Tuhan berencana untuk malam itu, aku yakin
Krn tak mungkin sesuatu terjadi tanpa rencanaNya
Tibalah aku dan km di suatu ruangan kecil
Lantai 19
Sudah terlalu malam adalah satu2 nya alasan
Bagaimana akhirnya aku dan km menghabiskan malam berdua
Di ruangan yg sama..
Tak ada yg terjadi, hanya pembicaraan ringan
Dan kantuk yg tak tertahankan
Tapi satu hal yg kupelajari, kamu begitu berubh
Malam itu seolah2 sesuatu menarikku untuk ingat
Betapa menyebalkannya kamu dulu
Kamu yg tak pernah peduli untuk menyakiti hati ketika sdg emosi
Kamu yg tak pernah peduli bagaimana seharusnya perempuan ingin dimengerti
Malam itu entah siapa yg dengan sabarnya membangunkanku
Membukakan setiap pintu ketika aku hrs melangkah masuk
Meyakinkan ku bahwa semalam bersamanya semua akan baik2 saja
Memberikan apa yg aku inginkan
Kamu begitu berbeda
Dan mungkin dengan mudahnya km buat aku bertanya
Tentang apa yg aku rasa sebenarnya
Ini bukan lagi ttg cinta
Sayang
Suka
Atau apapun bentuknya rasa yg tercipta ketika keinginan memiliki mulai menjadi
Ini adalah rasa percaya
Percaya bahwa mungkin km org yg sangat menyenangkan untuk menemani hari2 setelah kemarin
Dan selamanya
Percaya bahwa kamu bisa membuat tenang itu menjadi topik utama hidup setelah kamu bersamaku
Percaya bahwa ini harapan nyata yg sungguh ingin kuwujudkan
Tapi lagi....
Semua terasa begitu tak pasti
Membuat seketika rasa percaya itu terasa menyakitkan
Kita sudah dewasa, bisakah ini dihadapi dgn lebih nyata?
Tuhan bantu aku
Tolong, hanya petunjukMu yg pasti bisa membantuku