Rabu, 30 April 2008

menggiggit jari tengah, merapatkan mulut, menggenggam tangan sendiri

emosi itu sendiri
tak akan mau dia berteman dengan siapa siapa
apalagi si logika yang jelas2 menjadi ancaman untuknya

dia tau dia akan kalah kalau logika sedang berkuasa

emosi saya lain lagi
dia mempunya sebuah komplotan
baiklah
kita sebut saja ekspresi

ekspresi itu yang akan membuat saya terlihat jahat dan tak tahu etika

ketika saya tersinggung maka teracunglah si jari tengah dengan gagahnya
padahal kita atau saya ga tau maknanya apa sebenarnya
ini adalah hanya hasil pembelajaran yang salah
ketika saya sedang merasa lebih dari siapapun maka terbukalah mulut saya
memuntahkan huruf kata frase menyebalkan dan memuakkan
yang akhirnya akan saya sesali setelah malam dan saya malu sendiri
ketika saya merasa tersakiti maka terhentak lah telapak tangan saya pada sebuah objek
menyakiti dan sudah tidak ada penyesalan di sana

betapa yah
saya itu seorang manusia yang sangat manusiawi

saya sekrang jd malu sendiri
malu saja terus
sampai gila

dan saya sekarang memang sudah mau gila
dengan pikiran saya sendri saya sudah sering bertengkar

entah untuk apa

untuk suara hati yang tak mau didengarkan lagi
atau
untuk logika yang sudah melemah dikalahkan emosi

absurd kawan

Tidak ada komentar: