Selasa, 18 Maret 2008

putih- abu mengharu biru


pernah merasakan seperti ini?
atau akan sebentar lagi?

meloncat dengan genggaman tangan teman- teman tersayang
meloncat dengan adrenalin khas anak muda
meloncat dan tak memikirkan apa2 selain kegembiraan bersama
dan
meloncat dengan seragam putih abu itu...

haaaaaah...
dulu aja banyak ngeluh
pengen cepet2 jd anak kuliahan
bosen sama pelajaran yg gitu2 aja
benci dengan upacara
dan parahnya
merasa mulai risih dengan seragam
dua warna yg walau membosankan
tp cukup catchy juga yah?

kenapa yah seragam anak sma itu putih- abu?
kenapa ga ijo, item, yah apa kek?

mungkin disesuaikan dengan fase yg sedang dijalani kali yah??

abu- abu...
di antara hitam dan putih...

krisis identitas...
yaps pas lah

tau ga?
yang membuatnya terasa berharga
bukan karena semuanya terjalani dengan baik- baik saja
tanpa hambatan
tanpa kesakitan
tanpa kemarahan

tapi semuanya berharga
karena apapun yang telah dilewati
dapat membuat kita tersenyum, tertawa, lalu menangis
dan ingin kembali ke sana lagi...

angkot gede bage..
jalan solontongan..
kandang macan..
pos satpam..
jalan kenangan..
sepuluh sembilan..
kantin..
ipa empat..
osis..
aptek..
bazar..
lapangan basket yang memerah saat sore..
jurasik yang basah saat hujan..
langit yang cerah..
cinta yang tersimpan..
tawa yang bermakna..
tangis yang berarti..dan
p e r p i s a h a n

pedih memang
saat itu
seolah- olah semua mau egois saja
tak mau saling melepas tangan dan pelukan
tak mau saling melupakan..

tapi masa depan juga tak bisa kita tinggalkan..

sayangnya..
sayangnya semua terlalu indah..
hingga sampai sekarang
kembali ke hari itu masih jadi bagian dari mimpi indah..

kalian sedang apa kawan?
sedang merindu lalu mengaru biru saat mendengar caymandisland?
sedang merindu lalu mengharu biru saat senin pukul 7 datang?
sedang merindu lalu mngharu biru saat teringat putih abu itu...

mungkin hanya saya yang merasakannya
tapi kalian dan dia adalah bagian dari sana
bagian hidup
yang membangun sebuah kenangan...

s m a

melodi indah.
simphoni merdu.



Tidak ada komentar: