Sabtu, 22 Maret 2008

perempuan menuntut malam

mmmh
kalo ga salah itu judul sebuah monolog teater

saya pengen nonton
cuma kayaknya
ga da kesempatan
ga da partner
ga da kapasitas kayaknya buat mencernanya

tp tadi saya liat reviewnya di showbiz on location

mmh...menarik...

perempuan

yeah..
lagi lagi masalah perempuan..

setelah dulu ada film
bukan perempuan biasa
perempuan punya cerita
lalu
perempuan menuntut malam

yah apapun lah
yang pasti bangga lah jadi perempuan
bisa dijadikan inspirasi
dan diangkat dalam sebuah karya seni

lukisan, senyum monalisa
film, seringnya mengangkat soal perempuan

kalo lagu sih yah ga usah ditanya lah
terlalu mendayu- dayu kalo kata efek rumah kaca...

tapi ada satu quotes yg dibilang sama niniek l. karim
di showbiz td

"film ini hanya ingin mengajak para perempuan"
"untuk bisa berkaca, bahwa setiap perempuan berhak memilih apa saja yang akan mereka hadapi dalam hidup"

pilihan
yahs ekali lagi
p i l i h a n

berhak memilih

hahaha

saya juga berhak memilih apapun kan?
apapun?

tapi bagaimana jika apa yg saya pilih
sebenarnya tak pernah mungkin saya pilih
atau
apa yang saya pilih
tak pernah mau jd pilihan saya

apakah diterangkan juga dalam monolog itu?

apakah dijelaskan juga dalam monolog itu
bahwa setiap wanita harus berkaca dahulu sebelum memilih sebuah pilihan..
agar apa yg mereka pilih
benar2 dapat mereka pilih...

dan sekarang saya sudah memilih
dari 5 tahun yang lalu saya sudah memilih

memilih sebuah tempat untuk ditinggali
memilih sebuah objek untuk dinanti
intinya
saya memilih untuk diam di sini
dan masih mengaharpkan dia...

salah kan pilihan saya?
iya kan?

saya mencoba mencari pilihan lain
tapi sepertinya memang tak ada pilihan lain
atau belum ada mungkin...

atau sebenarnya hati saya yg tak mau memilih hal lain?

yeah...
saya sendiri sudah susah mengenali hati saya
apa yang saya mau
apa yang bisa buat saya senang dalam artian senang yg benar2 sebuah kesenangan

yang semu saja sudah embuat saya terlalu senang

yayayayaya

memang perempuan punya hak untuk memilih apapun dalam hidupnya
tapi ingin saya bagi suatu saat nanti
bahwa perempuan juga
punya kewajiban untuk realistis terhadap apa yang akan dia pilih
punya kewajiban untuk menerima dengan ikhlas jika apa yg dia pilih tak bisa dia pilih

hidup itu memang suatu pilihan
tapi
tanpa kita sadar
terkadang pilihan itu lah yg memilih kita
kita tidak bisa apa2
kita terima
dan kita berkata
"inilah pilihan saya"

it's me..

haha.

1 komentar:

oreoholic mengatakan...

duh..puitis sekali dirimu ki..

tapi emg bener sih.. cewe ituh msih bisa milih meski akhirnya kita yg terpaksa memilih..